BINGKAI JAWA DI SURINAME

Arsip Blog

Sepertinya Internet Semakin Tidak Aman

ilustrasi
Dari tahun ke tahun, ancaman di Internet selalu saja ada. Sepanjang tahun 2010 kemarin, menurut laporan Symantec, ada 286 juta ancaman baru. Cara menyerang pun ada tren baru yang lebih sulit terdeteksi–tahu-tahu berhasil mencuri.
Sudah beberapa tahun terakhir, penjahat Internet tidak lagi narsis, berteriak-teriak tunjuk dada, “Ini saya yang berhasil mengerjai!” Saat ini rata-rata bekerja diam-diam, cari pintu belakang, dengan tujuan: duit. Di tahun 2010, seperti dilaporkan Symantec, serangan dilakukan terarah ke instansi-instansi tertentu, biasanya perusahaan multinasional yang terdaftar di bursa saham dan lembaga-lembaga  pemerintahan. Mereka mencuri kekayaan intelektual, bahkan juga melakukan perusakan.
Jangan sangka serangan hanya diarahkan pada instansi.Salah satu faktor yang membuat orang terkena serangan adalah rasa percaya diri kalau dirinya tak akan terserang. Serangan juga dilakukan terhadap perseorangan. “Dalam sebuah insiden, 260 ribu identitas tercuri,” demikian tertera dalam laporan Symantec untuk tahun 2010.
Media sosial, seperti Facebook & Twitter, merupakan lahan subur bagi penjahat Internet untuk beraksi. Yang jadi tren saat ini adalah rekayasa sosial menggunakan penyingkat URL. Terbukti, teknik ini efektif. Ada jutaan link hasil penyingkat yang beredar di Facebook. Sebanyak 65% URL yang beredar di media sosial menggunakan penyingkat URL. Sebanyak 75% dari URL yang beredar tersebut diklik 11 kali. Sekitar 33% diklik antara 11 hingga 50 kali.
Di dunia perangkat bergerak, trennya adalah Trojan. Dengan berpura-pura jadi program yang berguna dan aman, mereka menyusup ke perangkat bergerak.
Bagaimana solusinya? Instal perangkat keamanan sudah pasti. Lainnya, terapkan berinternet yang bersih dan sehat. Jangan ngeklik sembarangan.

  • Share
  • [i]

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...