Arsip Blog
-
▼
2011
(1367)
-
▼
Juli
(280)
- Menengok Eksotisnya Goa Lowo Di Trenggalek...
- Gua Akbar Tuban
- Liat Ekspressi Lucu Kucing Lagi Nonton pingpong Ga...
- Inilah Alasan Wanita Pamer Foto Seksi di FB
- Sejarah Perubahan Nama - Nama Kota Jakarta
- Sifat - sifat yang Dirindukan Pria dari Wanita
- Titanomakhia, Legenda Peperangan Besar Para Titan ...
- Tips Membuat Surat Lamaran Kerja
- GENTLEMAN IS,.....^_^
- MEMPERCEPAT KONEKSI INTERNET USB MODEM CARA SEDERHANA
- Foto Profile Facebook Kreatif
- Menegangkan, Indonesia Akhirnya Lolos
- 10 Handphone dengan Akses Internet Tercepat Januar...
- Tahukah Kamu Otak Remaja Pecandu Internet Cenderun...
- Jangan Sembarangan Upload Foto di Internet
- Cara Unik Membedakan Uang Palsu
- 6 Anak yang Dibesarkan Oleh Hewan
- Ingin Kulit Indah? Jaga Pola Makan!
- Bahaya di Balik Efek Plasebo Terapi 'Rel Kereta'
- Terapi Rel Kereta Pengobatan Alternatif Paling Aneh
- 10 Raja-Raja yang Memiliki Kelakuan Menyimpang
- 10 Kebiasaan Yang Aneh Dan Unik
- Penampakan LANGKA !!! Awan Dengan Bentuk PIPA
- Bhangarh, Kota Misteri Dengan Mitos Kutukan !!!!!
- Multi Manfaat Kayu Manis dan Madu untuk Kesehatan ...
- Indahnya Danau Toba dan Legenda Terciptanya
- Foto Lengkap Tentang Danau Toba Dan Kehidupan Masy...
- Daftar Harga Kamera Digital 2011 Segala Merk
- Daftar Harga Laptop Tahun 2011
- 5 Wisata Petualangan yang anda lakukan Sebelum And...
- The Malaysia Sky Bridge
- Indahnya Pantai di Korea
- Pantai Koka Pantai Eksotis di Dataran Flores
- The World island Dubai. Tenggelam dalam Lautan
- Es Kutup Mencair Akibat Pemanasan Global
- Pulau Misteri Di Jepang yang Indah
- Cara Gokil Menggambar Anjing dan Gajah
- Turkmenistan, Kekuatan Misterius Dari Asia Tengah
- Suriname ini disebut sebagai "Indonesia Sebelah Ba...
- Macassar, Kota Tua Afrika Yang Didirikan Oleh Oran...
- Menakjubkan, Sistem Navigasi Pada Semut yang Sanga...
- Istana Batu, Sebuah Karya Arsitektur Megah oleh Se...
- 11 Desain Kamar Remaja Cewek yang Keren
- Gambar "I Love U" yang Keren
- Parrot Flower, Bunga Cantik Berwujud Seperti Burun...
- BUNG SOEKARNO DI MATA DUNIA
- Iklan Tempoe Doeloe
- Segitiga Masalembo – The Indonesian “Bermuda Trian...
- Wajah bulan yang tersembunyi
- Manusia pemilik Mulut Terbesar Di Dunia
- inilah anjing yang bertingkah seperti manusia
- Ternyata Islam Sudah Ada di Amerika Jauh Sebelum K...
- 8 trik biar nggak dipalak preman
- Wagashi, Cemilan Khas Jepang yang Kreaftif dan Ber...
- 10 Hadiah Ulang Tahun yang cocok untuk Wanita
- Dahsyatnya Kamasutra Jawa
- Alasan kenapa Manusia Marah Dibilang Monyet !
- Tahukah Anda Manfaat Pisang ?
- 22 Bangunan Unik Dari Lumpur !
- Jembatan Gantung Paling Berbahaya di Dunia !
- Pohon Unik di Mozambique
- 10 Stadion Termegah Di Dunia
- Tips Merawat Perut Agar Tetap Langsing
- Tipe Bentuk Tubuh Wanita
- Artis Hollywood Keturunan Asia
- Karpet-Karpet Paling Unik
- Cegah Perasaan Iri Hati Anda
- Tips Agar Selalu Ceria di Kantor
- Internet Pengaruhi Memori Manusia
- Rihanna, Wanita Terpopuler di Facebook
- Dinosaurus Terakhir yang Hidup di Bumi
- 30 Rahasia Wanita yang Hanya Boleh Diketahui Oleh ...
- Foto Gunung Soputan dan Lokon Bidikan NASA
- Peneliti Jelaskan Serangan Anjing Terhadap Hiu
- Kumpulan SMS Ucapan Puasa Ramadhan 2011 ( 1432H ),...
- Mobil Formula UGM Siap Unjuk Gigi di Jepang
- Kata Mutiara Cinta
- Ini Dia Ramuan Pemutih Kulit Ketiak
- Kenapa Saat Flu Harus Banyak Minum?
- Cara Efektif Atasi Jerawat Meradang
- Jangan Banyak Minum Setelah Muntah
- Bangkai Kapal Kuno di Reruntuhan WTC
- Pertemuan Bersejarah John Lennon – Paul McCartney
- BEBERAPA KEHEBATAN INDONESIA YANG WAJIB TAU
- WASPADA! UANG PALSU BEREDAR LEWAT ATM?
- BEGINILAH KEKONYOLAN YANG TIDAK BISA DIJELASKAN
- HANTU KOK MAIN LAPTOP? INILAH FOTO HANTU TERTANGKA...
- FAKTA UNIK TENTANG ORANG AUTIS
- TRIK JENIUS MEMBUAT SURAT CINTA
- Foto Permukaan Planet Mars
- Foto Letusan Gunung Lokon
- 11 Shorcuts untuk Google+
- 10 Fakta Unik Tentang Koala
- 10 Kincir Angin Terbaik Berdesain Canggih
- Ternyata Ada 3 Proklamasi di Indonesia
- Alasan Kenapa Hari Minggu Dijadikan Hari Libur Int...
- 10 Penemu Hebat dari Indonesia yang Diakui Interna...
- 10 Kota Berbiaya Hidup Tertinggi alias Termahal di...
- 10 Makanan Indonesia yang paling ngetop di luar negri
- Lorong Waktu yang Menggemparkan
- Nasi Jenggo
- Gagak Wariskan 'Dendam' Pada Keturunannya
- Mobil-Mobil Terunik
- Hal-hal Unik dan Aneh Dari Dunia Penerbangan
- Kurang Minum Tingkatkan Risiko Depresi
- 6 Kekuatan Dahsyat Pada Diri Manusia
- Tiga Sayuran 'Miskin' Nutrisi
- Efektifkah 'Balas Dendam' Tidur Akhir Pekan
- 9 Tanda Kecanduan Media Sosial
- Bagaimana Melakukan Video Chat di Facebook?
- Pertumbuhan Google+ Tercepat dalam Sejarah?
- 3 Strategi Facebook Jaring Anggota Baru
- HIDUP LEBIH BERGAIRAH DENGAN MADU & KAYUMANIS
- Bagaimana memahami mimpi Anda?
- Peluk dan Cium Lebih Penting buat Pria?
- 8 Alasan Mesti Bangun Pagi
- Sepuluh Nasihat yang Salah Seputar Kecantikan
- Memaksakan Diri Masuk Kerja Saat Sakit Bisa Memicu...
- Tas Selempang Meyebabkan Nyeri Bahu
- Cara Memilih Bra/BH Bagi Setiap Wanita
- Cara Mengatasi Mood Yang Naik Turun Saat Hamil
- Video Ksatria Berkuda Saat Demo Di Kairo Mesir Ter...
- Danau Merah Seperti Darah Ada Di Sumatra
- Negara-Negara Yang Menggunakan Bahasa Jawa
- Manfaat Madu Bagi Kesehatan Dan Kecantikan
- Penjelasan Ilmiah Air Mata Darah, Batu, Kerikil, K...
- Orang dengan Paha terbesar di Dunia
- Terowongan Bawah Tanah yang tidak di Ketahui Dunia
Waspadai Twitter!
Tampilan baru Twitter bisa menampilkan video langsung, misalnya dari link YouTube.
KOMPAS.com — Tidak disangka-sangka, kehadiran microblogging Twitter (twitter.com) yang setiap pesannya terbatas 140 karakter menjadi momok yang menakutkan bagi industri media arus utama (mainstream), baik media cetak, elektronik, maupun online. Mengapa menakutkan?
Alan Rusbridger, kolumnis teknologi Guardian.co.uk, pada 19 November merilis sebuah artikel mengenai 15 alasan mengapa Twitter bisa menjadi masalah bagi organisasi media. Opininya itu tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti pemilik dan pegiat media, tetapi lebih sekadar peringatan semata. Rusbridger justru menyarankan pemilik media berdamai dan tidak harus malu mengadopsi kelebihan Twitter dalam mendistribusikan kontennya.
Bagi warga dunia maya (netizen), Twitter yang mulai online sejak 15 Juli 2006 adalah sebuah keniscayaan. Dengan tekanan waktu dan kesibukan, warga di dunia maya ini tidak lagi ngeblogdengan membuat posting yang panjang lebar. Cukup berkicau seperti burung tentang apa yang terjadi dan menginformasikan peristiwa yang menimpanya atau orang lain, pesan sudah sampai secara berantai.
Twitter yang dikembangkan Jack Dorsey adalah pesan singkat (SMS) virtual yang bekerja di internet. Twitter tidak lebih dari SMS internet. Sebagaimana sebuah pesan singkat, ia dibatasi hanya 140 karakter. Lantas pesan (tweet) apa yang bisa disampaikan para tweep (penyampaitweet) lewat batasan 140 karakter? Bagaimana mungkin industri media bisa terganggu oleh pesan 140 karakter itu?
Sebelum menjawab serenceng pertanyaan ini, baiknya simak terlebih dahulu 15 pikiran Rusbridger mengapa media arus utama perlu mewaspadai Twitter:
1) Distribusi yang mengagumkan. Benar, pesan hanya dibatasi 140 karakter, tetapi di dalamnya tersimpan tautan yang mengantarkan siapa pun ke sebuah situs yang alamat domainnya sudah dipendekkan. Lewat pesan viral-nya, pesan bisa tersebar. Tidak heran setiap situs yang sadar media sosial melengkapi fiturnya dengan ”share on Twitter”.
2) Menempatkan peristiwa lebih dahulu. Meski tidak selalu, banyak berita pertama muncul di Twitter sebelum jurnalis menuliskannya. Bahkan, breaking news bisa langsung diperoleh di Twitter.
3) Sebagai mesin pencari. Twitter adalah saingan Google. Pengguna Twitter yang jumlahnya mendekati angka 200 juta tidak lagi mencari informasi dari Google, tetapi langsung memperolehnya dari jutaan tweet yang mengalir setiap saat.
4) Agregat yang tangguh. Twitter adalah feed berita pribadi sesuai keinginan penggunanya. Tautan tempat berita itu tersimpan bisa langsung dibuka.
5) Bentuk pemasaran yang fantastis. Posting-an yang ditulis di web akan lebih cepat tersebar jika di-share di Twitter karena viral message yang memungkinkan sebuah pesan terus bergulir.
6) Alat reportase yang hebat. Tidak bisa dimungkiri, sekarang banyak wartawan mencari informasi atau ide berita dari Twitter.
7) Rangkaian percakapan. Twitter memungkinkan penggunanya berinteraksi aktif mengenai topik yang dibicarakan.
8) Lebih beragam. Pada media tradisional, hanya segelintir pembaca/pemirsa yang bisa memberikan umpan balik. Di Twitter, setiap orang bisa ”berkicau” sesukanya.
9) Mengubah ”nada” tulisan. Banyak keberanian menulis/bersuara muncul di Twitter. Orang yang semula aktif mendengarkan menjadi aktif berbicara menuangkan gagasan.
10) Hilangnya hierarki lapangan. Tidak semata orang terkenal yang didengar, orang biasa pun memungkinkan berinteraksi secara intens.
11) Memiliki nilai berbeda. Untuk informasi, orang tidak lagi bergantung kepada jurnalis profesional sebab jutaan tweep adalah ”jurnalis” itu sendiri yang siap berbagi informasi.
12) Memiliki rentang perhatian yang panjang. Twitter adalah bentuk ”kesadaran” baru, bahkan dengan menggunakan TweetDeck, pengguna bisa mengatur informasi yang dikehendaki berdasarkan subyek atau pertemanannya.
13) Menciptakan komunitas. Dimungkinkan terbentuknya masyarakat global berdasarkan kepentingan dan minat.
14) Mengubah pengertian tentang kewenangan. Daripada menunggu pendapat pakar yang dimuat/ditayangkan media, Twitter menggeser keseimbangan yang disebut kewenangan ”peer to peer”.
15) Agen perubahan. Isu yang diciptakan akan memengaruhi orang lain atau lembaga pemegang kewenangan. Ini yang disebut sebagai kolaborasi kekuatan media!
Bagi pemilik media massa, khususnya media cetak yang jauh dari kultur web, tidak ada alasan untuk takut karena pembaca media cetak punya kultur sendiri. Akan tetapi, kecenderungan orang mengakses informasi secara cepat harus menjadi pertimbangan. Persoalannya, Twitter menghadirkan kecepatan itu!
Cepat tidak identik dengan tepat. Bagaimana jika Twitter mampu mengadopsi jargon klasik jurnalistik ”get it first, but first get it right”? Ini menjadi persoalan, khususnya bagi media onlineyang berburu kecepatan, tetapi kadang mengabaikan ketepatan. Kultur Twitter terbentuk secara alamiah sebab tweep cenderung mencari tweet berkualifikasi ”right” selain ”first”. Tweep bukan semata sebagai konsumen penelan informasi, melainkan menjadi produsen yang memberi feedkepada tweep lainnya!
Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2010/11/26/09243023/Waspadai.Twitter
0 komentar:
Posting Komentar