BINGKAI JAWA DI SURINAME

Arsip Blog

SELAMAT DATANG DI CAPETOWN

Map 1

LETAK

Kota Cape Town secara geografis terletak di ujung Utara Semenanjung Cape yang di kelilingi oleh Pegunungan Hottentots Holland dan 2 (dua) samudera, yaitu Samudera Atlantik dan Samudera Hindia. Kondisi geografis ini telah menjadikan Cape Town sebagai kota yang mempunyai keindahan tersendiri dibandingkan kota-kota lainnya di Afrika Selatan. Keindahan tersebut dapat dilihat di kota-kota yang terletak di pesisir pantai seperti Llandudno, Hout Bay, Kommetjie, Scarborough, Cape Point, False Bay dan daerah-daerah tujuan wisata lainnya. Keindahan teluk dan pantai yang dimiliki oleh Cape Town pun telah diakui di mancanegara.

Selain memiliki keeksotisan teluk dan pantai, Cape Town pun dihiasi dengan kecantikan pemandangan pegunungannya serta hamparan perkebunan anggur dan anggrek.
Secara administratif, Cape Town merupakan salah satu kota yang berada di dalam wilayah Propinsi Western Cape. Luas Western Cape mencapai kurang lebih 129.386 km2. Propinsi Western Cape diresmikan sebagai propinsi pada tahun 1994 dimana pada pemerintahan apartheid propinsi ini merupakan salah satu dari 4 (empat) propinsi terbesar di Afrika Selatan saat itu dan sekarang ini Afrika Selatan terbagi dalam 9 (sembilan) propinsi.
                                                                                                    
IKLIM
Map 2

Kondisi iklim di hampir seluruh kota-kota di Afrika Selatan dapat dikatakan tidak menentu. Perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat dalam seharinya. Namun secara umum, Propinsi Western Cape memiliki 4 (empat) musim, dengan pembagian waktu sebagai berikut:
- Musim panas dari pertengahan Oktober hingga pertengahan Februari.
- Musim gugur dari pertengahan Februari hingga Apri.l
- Musim dingin dari Mei hingga Juli.
- Musim semi dari Agustus hingga pertengahan Oktober .
Pada saat musim panas, temperatur rata-rata berkisar antara 16 – 32 celcius (60 – 90 fahreinheit). Sedangkan pada musim dingin berkisar antara 7 - 18 C (44 - 64 F). Namun pada saat-saat tertentu, suhu udara dapat mencapai 40 C pada musim panas dan 0 C pada musim dingin. Pada saat musim dingin, di beberapa pegunungan tertentu dapat ditemukan turunnya salju.

Musim hujan berlangsung antara bulan Mei sampai bulan Oktober untuk daerah Cape Town dan sekitarnya dengan curah hujan mencapai rata-rata 510 mm (20 inch) setiap tahunnya. Di bagian Selatan propinsi, yaitu di kota-kota di sepanjang Samudera India, hujan turun lebih banyak dibandingkan dengan Cape Town, misalnya di Kota Mossel Bay (Mosselbaai), curah hujan mencapai rata-rata 380 mm (15 inch) setiap tahunnya. Sedangkan di daerah Great Karoo dan sekitarnya hujan sangat jarang turun sehingga membuat tempat ini hampir mengalami kekeringan sepanjang tahunnya.
Di musim panas udara cukup kering di propinsi Western Cape. Angin kencang dengan kekuatan rata-rata 70 hingga 80 km/jam sering berhembus pada masa antara musim panas dan musim dingin. Angin ini di kenal dengan sebutan “Doctor Cape”. Dinamakan demikian karena tiupannya yang kencang tersebut, angin ini diyakini dapat membersihkan Semenanjung Cape dari segala kuman penyakit dan bakteri.



Akhir tahun di Cape Town, antara bulan Oktober – Januari, merupakan waktu yang sangat tepat untuk menikmati keindahan pemandangan Cape Town dan sekitarnya. Dikarenakan di akhir tahun tersebut, Cape Town memasuki musim panas dimana siang hari lebih panjang dari malam hari, matahari hampir dapat dipastikan bersinar terang selama 11 jam sehari dan hari lebih panjang dari malam, sehingga lebih banyak waktu untuk berrekreasi. Maka tidaklah mengherankan apabila Cape Town pada bulan-bulan tersebut dipadati oleh jutaan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri yang datang berkunjung.

PENDUDUK
Berdasarkan estimasi penduduk tahun 2007, jumlah penduduk Propinsi Western Cape mencapai kurang lebih 4.839.800 jiwa dan 51 ,5% nya adalah wanita. Komposisi populasi sbb : penduduk kulit warna sekitar 57%, 24% kulit putih, 18% kulit hitam dan 1% orang Asia termasuk India. Jumlah penduduk Propinsi Western Cape adalah 10,1% dari total populasi Afrika Selatan yang mencapai kurang lebih 47,9 juta jiwa. 
Penduduk kulit berwarna merupakan keturunan yang berasal dari berbagai negara. Penduduk kulit putih kebanyakan dari berasal dari bangsa Eropa seperti Belanda, Inggris, Portugal, dan sebagian kecil Jerman. Sedangkan penduduk asli Afrika Selatan sendiri adalah Suku Khoi dan San. Suku Bantu datang ke negeri ini kira-kira 2000 tahun yang lalu, dengan membawa teknologi pertanian yang lebih maju. Selain itu, ada juga penduduk campuran yang dikenal dengan sebutan orang Bushman atau Hotthentot. Mereka adalah campuran antara beberapa suku, terutama antara Suku Khoi atau San dengan Suku Bantu.
Sekitar 72% dari penduduk Western Cape tinggal di daerah perkotaan dengan Bahasa Afrikaans dan Inggris sebagai bahasa formal sehari-hari. Bahasa Xhosa adalah bahasa utama mayoritas orang kulit hitam. Dan mereka kebanyakan menetap di daerah pinggiran kota Cape Town.

TINGKAT KEAMANAN


Pemerintah Propinsi Western Cape dari waktu ke waktu berupaya untuk meningkatkan kondisi dan jaminan keamanan di wilayahnya, terutama sekali Cape Town, mengingat Cape Town merupakan kota tujuan wisata utama bagi para turis yang datang. Hal ini antara lain dapat dilihat dari penambahan jumlah personil petugas keamanan dan pemasangan kamera-kamera keamanan di sudut-sudut tertentu kota. Sehingga dapat dikatakan, kondisi keamanan di pusat Kota Cape Town yang juga dikenal sebagai Central Business Distric (CBD) dan daerah sekitarnya, termasuk tempat-tempat strategis lainnya seperti pusat-pusat perbelanjaan adalah relatif aman. Sedangkan untuk kawasan pinggiran kota, tingkat kriminalitas masih cukup tinggi. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap waspada, hindari membawa barang-barang berharga atau uang dalam jumlah besar.


PEMERINTAH DAERAH & EKONOMI

Pemerintah Daerah


Cape Town yang ditemukan pada tahun 1652, merupakan ibukota Propinsi Western Cape. Selain sebagai ibukota propinsi, Cape Town menyandang pula status sebagai kota parlemen (legislatif), mengingat Parlemen Afrika Selatan berkedudukan di sini. Sidang parlemen berlangsung dari bulan Januari hingga bulan Juni dimana seluruh pejabat tinggi negara hadir di dalamnya.
Propinsi Western Cape dipimpin oleh seorang premier (gubernur) yang dibantu oleh majelis eksekutif (executive council) yang terdiri dari beberapa menteri daerah dan legislature. Dewan Propinsi beserta premier dipilih lewat pemilu tingkat nasional dengan masa jabatan selama 4 (empat) tahun. Pendapatan kursi di dewan propinsi diatur sesuai dengan prosentase perolehan suara yang didapat oleh partai tertentu di propinsi tertentu pada pemilu tingkat nasional. Dewan Propinsi ini selanjutnya memilih premier, dan premier kemudian menunjuk para pembantunya sebagai menteri daerah dan legislature untuk duduk di executive council.

Untuk periode sekarang, posisi premier dijabat oleh Lynn Brown dari Partai ANC (African National Congress) dan Kota Cape Town dipimpin oleh seorang mayor (walikota), yaitu Helen Zille yang berasal dari Partai DP (Democratic Party)
Pemilu demokratis pertama dilaksanakan pada bulan April 1994, di mana Partai ANC (African National Congress) meraih suara sebanyak 62 persen disusul Partai NP yang meraih suara sebanyak 20 persen, pada tingkat nasional. Dengan demikian Nelson Mandela, yang dibebaskan dari penjara pada bulan Februari 1990 dan saat itu duduk sebagai orang nomor satu di ANC, terpilih sebagai presiden demokratis pertama di negeri ini.

Ekonomi


Perekonomian Western Cape berkembang pesat dengan pendapatan perkapita rata-rata pertahun sebesar 14. 000 Rand atau sekitar 3. 200 dollar AS. Dari sudut ini, Western Cape menjadi propinsi kedua terbaik setelah Gauteng. Sumbangan Western Cape terhadap GDP nasional adalah sebesar 60,5 milyar (14, 7 %) dari total GDP sebesar 400 milyar Rand.
Berikut adalah bidang-bidang dan jasa-jasa andalan Propinsi Western Cape beserta prosentase Gross Regional Product-nya:
- Elektronik, gas dan air sebesar 2, 9% ;

- Perdagangan 11, 1% ;
- Jasa dan sosial 20, 4%
- Bidang jasa keuangan dan Bank 17, 4% ;
- Perkebunan, pertanian, perikanan dan perhutanan: 7, 4% ;
- Turisme sebesar 9, 1% ;
- Transportasi dan komunikasi 9, 2% ;
- Pertambangan 0, 2% ;
- Bangunan 3, 7% ;
- Produksi 20, 1%.

Lembaga-lembaga yang mempromosikan ekonomi Western Cape antara lain adalah WESGRO (Lembaga Promosi Investasi) dan Cape Chambers of Commerce & Industry (CCCI).
Propinsi Western Cape mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 5% setiap tahunnya. Pada 2007 pertumbuhan ekonomi propinsi ini meningkat sebesar 5,7%. Sektor perkebunan, perikanan dan pariwisata berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi Western Cape.

Propinsi Western Cape memiliki industri pariwisata cukup dinamis. Berdasarkan survey Badan Statistic Afrika Selatan, pada 2006 Propinsi Western Cape mengalami peningkatan jumlah turis yang cukup tinggi. Tercatat 1,6 juta turis asing dan 3 juta turis lokal berkunjung ke propinsi ini.
Perkembangan industri pariwisata di Cape Town dan industri yang terkait lainnya diperkirakan akan semakin meningkat di waktu yang akan datang, mengingat Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. Untuk persiapan acara ini  Pemerintah Propinsi Western Cape telah mengalokasikan dana sebesar R 212 juta dan R 1,9 juta tambahan dana dari pemerintah pusat. Sebagian dana telah digunakan untuk pembangunan stadium Greenpoint yang diperkirakan dapat menampung 70.000 penonton, pembenahan sarana transportasi serta sarana umum lainnya.

MASYARAKAT MELAYU DI CAPE TOWN


Penduduk yang menetap di Propinsi Western Cape berasal dari bermacam-macam suku, keturunan dan agama. Salah satu keturunan tersebut adalah keturunan Melayu yang berjumlah sekitar 600 ribu jiwa dimana sebagian besar dari mereka mengaku bernenek moyang dari Indonesia. Dan sebagian besar dari mereka menganut Agama Islam.

Menurut catatan Jurnal Boorhaanol Islam, di Semenanjung Cape terdapat sekitar 320.741 penduduk muslim. Sedangkan untuk keseluruhan Afrika Selatan jumlah penduduk muslim diperkirakan berjumlah 687.377 jiwa. Jumlah masjid yang ada di semenanjung ini mencapai sekitar 125 masjid ; jumlah yang cukup signifikan bila melihat bahwa Afrika Selatan adalah bukan negara mayoritas Islam.
Agama Islam datang ke Afrika Selatan dibawa oleh Syekh Yusuf dari Bugis/Makasar yang diasingkan oleh Belanda pada tahun 1693. Syekh Yusuf dianggap sebagai Bapak Komunitas Muslim dan Bapak Budaya Melayu dari Indonesia oleh penduduk muslim di Western Cape. Hingga kini budaya tersebut masih hidup dan secara "sistematis" terus diaplikasikan.

Beberapa kegiatan ritual dan tradisi keagamaan yang berasal dari tanah Melayu masih terus dipraktekkan seperti ratib (debus di Indonesia). Ritual ini besar kemungkinan besar berasal dari tanah Banten. Beberapa ritual dan praktek agama lainnya banyak menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa penamaan ritual itu seperti puasa, buka puasa, sembahyang, bang (adhan), abdas (wudhu).Kata-kata Bahasa Indonesia lain yang masuk dalam kosa kata lokal tapi tidak ada kaitannya dengan ritual antara lain jamban (wc), terima kasih, kuli, pisang dan roti.

Untuk memperkuat eksistensinya, tidak sedikit dari masyarakat Melayu secara gigih berjuang mendapatkan pengakuan resmi pemerintah atas tempat-tempat bersejarah Melayu sebagai monumen nasional.
Selain Syekh Yusuf, ada pula tokoh besar lain yang turut berperan penting dalam membawa budaya Melayu ke negeri ini. Dia adalah Tuan Guru dari Tidore. Berikut ini keterangan singkat tentang dua tokoh asal Indonesia itu:

Syekh Yusuf
foto by google


Syahdan, di Negeri Tallo, pada 13 Juli 1626 M atau bertepatan 8 Syawal 1036 H, muncul dari langit cahaya terang benderang menyinari negeri itu hingga Negeri Gowa. Maka, gemparlah masyarakat Gowa melihat cahaya itu. Mereka pun berangkat ke Tallo menceritakan serta mencari tahu fenomena luar biasa yang terlihat di Gowa.

Namun orang Tallo tak tahu apa-apa. Yang mereka tahu, di negerinya telah lahir seorang anak bernama Yusuf. Kisah yang tertoreh dalam lontara Riwayakna Tuanta Salamaka ri Gowa (RTSG) itu menggambarkan kelahiran seorang ulama besar yang juga termasyhur sebagai sufi dan pejuang bernama Asy-Syaikh al-haj Yusuf Abu al-Mahasin Hidayatullah Taj Al-Khalwati al-Makasari atau Syekh Yusuf.
Syekh Yusuf, menurut Abu Hamid dalam bukunya Syekh Yusuf: Seorang Ulama, Sufi dan Pejuang lahir dalam masyarakat yang kompleks dan penuh dinamika. Saat itu, peperangan tengah berkecamuk di antara kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan dan terjadi persaingan melawan kompeni Belanda yang tengah sibuk berebut jalur perdagangan. Suasana keagamaan juga berada dalam masa transisi, sehingga kepercayaan lama dan Islam masih bercampur-baur.

Asal-usul ulama besar itu memang tak dapat dipastikan kebenarannya, karena bersumber dari cerita dan legenda. Menurut lontarak RTSG versi Gowa, ibu Syekh Yusuf bernama Aminah puteri Gallarang Moncongloe dan ayahnya seorang tua yang tak diketahui asal kedatangannya. Orang tua itu dikenal sebagai orang suci yang konon mempunyai banyak keramat. Buya Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam Jilid IV meyebutkan ayah Syekh Yusuf bernama Abdullah.

Setelah 40 hari kelahiran Yusuf, Aminah dipersunting Raja Gowa setelah diceraikan suaminya. Yusuf dan sang ibu pun berpindah ke istana. Nabilah Lubis dalam bukunya Syekh Yusuf Al-Taj Al-Makari:Menyingkap Intisari Segala Rahasia menyebutkan, `'Yusuf bukanlah seorang bangsawan. Dia diangkat oleh Sultan Alaudin dan dibesarkan di istana Sultan, namun tak pernah mendapat gelar kebangsawanan.'' Yusuf kecil dibesarkan dalam kehidupan Islami. Selepas mengkhatamkan Alquran dari gurunya Daeng ri Tasammang, ia menimba ilmu sharaf, nahwu, mantik dan beragam kitab dari Syed Ba' Alwy bin Abdullah al-Allamah Thahir di Bontoala. Dalam waktu singkat, Yusuf belia sudah menguasai dan tamat mempelajari kitab-kitab fikih dan tauhid.

Sejak kecil, ilmu tasawuf begitu membetot perhatiannya. Sebagain besar perhatiannya tercurah pada ilmu yang kelak mengantarnya sebagai seorang guru besar. Dianggap telah cakap, pada usia 15 tahun Yusuf disarankan untuk menimba ilmu di negeri lain. Yusuf muda pun berguru pada Syekh Jalaludin al-Aidit pun di Cikoang, selatan Sulawesi Selatan. Rasa ingin tahunya yang begitu besar tentang ilmu-ilmu keislaman mengantrakannya ke luar negeri. Tepat pada 22 September 1644, saat Kerajaan Gowa dipimpin Sultan Malikussaid, di usia 18 tahun, ia meninggalkan tanah kelahirannya menuju Makkah menumpang kapal Melayu dari Somba Opu.

Delapan hari mengarungi lautan, Yusuf kemudian singgah di Banten. Di tanah para jawara itu, Yusuf muda yang supel berkenalan dengan ulama, ahli agama dan pejabat. Yusuf bersahabat dengan Pengeran Surya, putera mahkota Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir. Kelak, Pangeran Surya menjadi, Sultan Ageng Tirtayasa.
Ia begitu tertarik dengan Syekh Nuruddin ar-Raniri, seorang ulama kondang yang bermukim di Aceh. Syekh Yusuf menemui Syekh Nuruddin dan berguru sampai mendapat ijazah tarekat Qadiriyah. `'Tarket Qadiriyah saya terima dari Syekh kami yang alim, arif sempurnadan menyatukan antara ilmu Syariat dengan ilmu Hakikat, penghulu kami Syekh Nuruddin Hasanji bin Muhammad Hamid Al-Quraisyi ar-Raniri,'' ungkapnya dalam risalah Safinat an-Naja.

Lima tahun sudah Yusuf berkelana di Banten dan Aceh. Timur Tengah, kini menjadi tujuan berikutnya. Bertolak dari Pelabuhan Banten, Syekh Yusuf akhirnya sampai ke Timur Tengah. Yaman adalah negeri pertama yang dikunjunginya. Ia berguru pada Sayed Syekh Abi Abdullah Muhammad Abdul Baqi bin Syekh al-Kabir Mazjaji al-Yamani Zaidi al-Naqsyabandi sampai mendapat ijazah tarket Naqsyabandi.
Di negeri itu pula, Syekh Yusuf mendapat ijazah tarekat al-Baalawiyah dari Syekh Maulana Sayed Ali. Setelah menunaikan ibadah haji di Makkah, ia kemudian menemui Syekh Ibrahim Hasan bin Syihabuddin al-Kurdi al-Kaurani di Madinah hingga mendapatkan ijazah tarekat Syattariyah. Empat ijazah yang telah digengamnya masih belum dirasa cukup. ia pun mengunjungi Syekh Abu al-Barakat Ayyub bin Ahmad bin Ayyub al-Khalwati al-Quraisyi. Ijazah tarekat Khawatiyah pun kembali digenggamnya dan mendapat gelar Tajul Khalwati Hadiyatullah.

Di usia 38 tahun, Syekh Yusuf akhirnya kembali ke Gowa dan telah menjadi seorang guru yang besar. Menurut sumber lontara, sesampainya di kampung halaman Syekh Yusuf begitu kecewa, Gowa telah berubah. Nabilah Lubis dalam bukunya mengutip sumber sejarah yang bersifat separuh dongeng menuturkan pada masa itu syariat Islam seolah-olah telah dikesampingkan, maksiat dan kemungkaran merajalela.

Setelah tak berhasil meyakinkan Sultan untuk melaksanakan kembali Syariat Islam, Syekh Yusuf meninggalkan Gowa menuju Banten. Pada 1664, Banten pun telah berubah. Sahabatnya, telah menjadi Sultan bergelar Ageng Tirtayasa. Ia kini didaulat sebagai ulama tasawuf dan syekh tarekat. Dalam sekejap, namanya sudah termasyhur, karena keluhuran ilmunya.
Sebagai sufi, Syekh Yusuf juga dikenal memiliki kepribadian yang menarik. Ia dipercaya mendidik anak-anak Sultan di bidang agama Islam dan membuka pengajian bagi penduduk. Sejumlah karya mengenai ajaran tasawuf ditulisnya di Banten.

Banten pun berubah ketika Pangeran Gusti - putera mahkota Banten yang kemudian mendaulat menjadi Sultan Haji -- tiba dari Makkah. Kompeni Belanda mulai menghasut Pangeran Gusti untuk memberontak pada sang ayah. Maret 1682, pertempuran antara kompeni Belanda yang mendukung Sultan Haji dan Sultan Ageng pun meletus. Syekh Yusuf dan Sultan Ageng serta Pangeran Purabaya bahu membahu melawan kompeni.

Setahun kemudian, Sultan Ageng ditangkap kompeni setelah ditipu anaknya. Perjuangan belum habis. Syekh Yusuf memimpin 5.000 pasukan termasuk 1.000 orang dari Makassar bersama Pangeran Purabaya mengobarkan perang gerilya. Pasukan yang dipimpinnya bergerilya hingga ke Karang dekat Tasikmalaya. Pada 1683, Syekh Yusuf ditangkap Belanda di Sukapura.

Awalnya, ia ditahan di Cirebon dan Batavia (Jakarta). Pengaruhnya yang begitu besar dianggap membahayakan kompeni Belanda. Ia dan keluarga kemudian diasingkan ke Srilanka, bulan September 1684. Di tempat baru itu, Syekh Yusuf memulai perjuangan baru, menyebarkan agama Islam.
Di Srilanka, ia bertemu dengan para ulama dari berbagai negara Islam. Salah satunya adalah Syekh Ibrahim Ibn Mi'an, ulama besar dari India. Ia pula yang meminta Syekh Yusuf untuk menulis sebuah buku tentang tasawuf, berjudul Kayfiyyat Al-Tasawwuf.

Syekh Yusuf pun leluasa bertemu dengan sanak keluarga dan muridnya di negeri Srilanka. Kabar dari dan untuk keluarganya, ia terima dan sampaikan melalui jamaah haji singgah di Srilanka. Lewat jalur itu, ajarannya sampai kepada muridnya. Belanda kembali kebakaran jenggot dan menganggap Syekh Yusuf masih mejadi ancaman. Pengaruhnya masih begitu besar, meski berada jauh dari tanah kelahiran.
Guna menjauhkan pengaruh Syekh Yusuf di Tanah Airnya, Belanda membuangnya ke Afrika Selatan. Bulan Juli 1693 adalah kali pertama bagi Syekh Yusuf dan 49 pengikutnya menginjakkan kaki di Afrika selatan. Mereka sampai di Cape Town dengan kapal De Voetboog dan diasingkan ke daerah Zandvliet sekitar 35 km dari kota Cape Town yang kemudian dikenal dengan daerah Macassar.Syekh Yusuf wafat di Cape Town pada tanggal 23 Mei 1699. Pada tahun 1704, jenazah beliau dipulangkan ke tanah air, dan tepatnya pada tangal 5 April 1705 dilaksanakan pemakaman kembali atas jenazah beliau di Lakiung, Gowa.


Tuan Guru

Nama lengkapnya adalah Imam Abdullah ibn Qadi Abdul Salam. Beliau dilahirkan di Ternate Tidore, dibesarkan di dalam Istana Kerajaan Tidore sebagai seorang pangeran. Beliau tiba di Afrika Selatan sebagai tahanan politik pada tanggal 6 April 1780 dan dipenjarakan oleh Belanda di pulau Robben selama 13 tahun. Pada tahun 1792 beliau dibebaskan oleh Belanda.

Setelah dibebaskan dari penjara beliau memulai aktifitas dawahnya sebagai seorang guru agama. Media utama kegiatan dawah beliau adalah madrasah dan masjid. Beliau mendirikan sebuah madrasah di daerah Bo-Kaap dan kemudian sebuah masjid tepatnya di Jalan Dorp pada tahun 1795 di Cape Town. Adapaun tahun pendirian Masjid terssebut tercatat dalam sejarah sedangankan tahun pendirian madrasah tidak diketahui dengan jelas. Masjid tersebut di beri nama Owwal Mosque (masjid pertama) karena dianggap sebagai masjid pertama di Afrika Selatan.

Di samping Syeikh Yusuf dan Tuan Guru, masih ada lagi tokoh-tokoh politik Indonesia lainnya yang juga diasingkan oleh Belanda ke Afrika Selatan seperti tokoh asal Sumatra yang dikenal dengan sebutan Orang Cayen dan Pangeran Cakradiningrat IV dari Madura. Makam pangeran asal pulau garam ini dapat ditemukan di Robben Island dan dikenal oleh penduduk setempat dengan sebutan karamat Syekh Matura. Makam Orang Cayen tidak diketahui dengan pasti keberadaannya. Namun demikian, di Constantia terdapat karamat tokoh asal Sumatra yang kemungkinan adalah makam Orang Cayen.

Belanda banyak mengirim orang-orang Indonesia ke Afrika Selatan, di antara mereka sebagai tahanan politik dan sebagian besar lainnya sebagai tenaga kerja di perkebunan. Tenaga kerja dalam jumlah yang relatif banyak ini pada gilirannya turut berperan dalam memperbesar jumlah orang Melayu di Cape Town. Di kota ini, jumlah mereka diperkirakan mencapai sekitar 400 ribu orang. Bahasa sehari-hari mereka adalah Bahasa Afrikaans juga penganut agama Islam. Rata-rata kehidupan sosial mereka ada di tingkat menengah ke bawah. Adapun profesi mereka antara lain sebagai tukang bangunan, tukang jahit, pekerja di perkebunan dan pedagang eceran kecil-kecilan. Tetapi ada beberapa di antara mereka yang sudah menjadi pengusaha dengan skala nasional. Dalam kehidupan politik ada beberapa yang aktif sebagai anggota parlemen dan beberapa lainya menduduki pos-pos penting di pemerintahan. Di dunia intelektual dan akademis, terlihat beberapa dari mereka cukup menonjol sebagai pemikir bebas maupun sebagai guru besar.

Komunitas Melayu ini dikenal dengan sebutan Cape Malay. Di masa regim Apartheid mereka seperti golongan non-putih lainnya telah ditindas dan teraniaya oleh sistem diskriminatif saat itu. Mereka tidak mempunyai hak-hak yang sama dengan golongan kulit putih. Mereka juga tidak dibenarkan mempraktekkan beberapa sisi dari Budaya Melayu, termasuk di dalamnya Bahasa Indonesia hal tersebut mungkin dianggap akan membawa ancaman bagi regim berkuasa. 

Dalam penghayatan agama masyarakat Melayu cukup baik dan kuat. Hal itu dapat dilihat umpamanya dari kebiasaan sholat jamaah lima waktu yang sangat membudaya. Setiap waktu solat tiba terlihat masyarakat Muslim banyak berbondong-bondong menuju masjid. Tradisi menghafal Al-Quran juga sangat kuat di Cape Town. Pada Bulan Suci Ramadhan, setiap satu masjid biasanya dipandu oleh sedikitnya empat imam untuk solat tarawih secara bergiliran. Para imam tersebut kebanyakan sudah atau sedang menghafal Al-Quran. Jumlah tersebut jika dikalikan dengan jumlah masjid yang ada, yaitu 125 maka jumlah individu yang telah/sedang menghafal Al-Quran mencapai angka yang cukup signifikan.

Perkampungan masyarakat Melayu terkonsentrasikan di beberapa tempat seperti Bo-Kaap, Salt River,Woodstock, Michels Plain Athlone, Gatesville dan di sekitar kota Cape Town. Perkampungan pertama yang dihuni oleh Syekh Yusuf dan pengikutnya adalah daerah Eerste River dan akhirnya berubah menjadi Maccasar. Disinilah beliau dimakamkan terlebih dahulu. Makam ini masih terus dikunjungi dan diagungkan oleh masyarakat Muslim setempat, terlepas dari kontroversi yang ada apakah jenazah beliau masih ada di makam itu atau telah dipulangkan ke Indonesia. Pada masa-masa tertentu, seperti menjelang musim haji, makam itu semakin ramai dikunjungi terutama oleh mereka yang hendak berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan Rukun Islam yang kelima. 

Kedatangan mereka biasanya untuk memohon berkah agar selamat dalam perjalanan dan diberikan kemudahan selama berada di Tanah Suci. Namun, tidak sedikit yang bermotif sekedar untuk memberi hormat atas jasa-jasa beliau membawa dan menyebarkan Islam di Afrika Selatan. Pada hari lebaran iedul fitri maupun iedul adha makam tersebut juga ramai diziarahi oleh orang Muslim.

Setiap tahun bertepatan dengan Liburan Paskah, Komunitas Muslim di Maccasar secara rutin membuat kegiatan Maccasar Festival. Adapun kegiatan tersebut diisi dengan acara-caran keagamaan disamping itu juga pasar malam dan pertunjukan kesenian yang bernuasakan Islam.

PARIWISATA
Berikut ini adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan wisata utama di Cape Town dan sekitarnya:

Table Mountain

foto by inspirasi


Kota Cape Town dikelilingi oleh deretan gunung yang diberi nama Table Mountain. Nama tersebut diberikan oleh Antonio De Saldhana sebagai orang pertama yang berhasil mencampai puncak gunung tersebut. Umur gunung itu diperkirakan mencapai 900 juta tahun. Luasnya sekitar 6000 ha membujur dari Signal Hill hinggal Devil's Peak dengan ketinggian 1. 082 M. Di Signal Hill, terdapat sebuah makam yang dianggap keramat oleh masyarakat Muslim di Cape Town. Tebing gunung tersebut sering digunakan untuk olah raga panjat tebing karena keterjalannya yang hampir mencapai 90 derajat. Puncak Table Mountain dapat dicapai dengan menggunakan Cable Car dengan harga tiket per 1 Oct 2008 to 30th Sept 2009 sebagai berikut:

TICKET
RETURN
ONE WAY
Dewasa
R.145.00
R.74.00
Pelajar
R.98.00
R.50.00
Anak dibawah 18 tahun
R.76.00
R38.00
Paket Keluarga (2 dewasa & 2 anak)
R370.00

Cape Point


Cape Point dan Cape of Good Hope adalah semenanjung di bagian selatan Benua Afrika. Semenanjung ini mempunyai luas kira-kira 700 ha dengan keindahan alam yang masih asri dan alami. Tempat ini cukup kaya dengan flora dan fauna yang dilindungi oleh pemerintah yang merupakan cagar alam dan salah satu taman nasional di Afrika Selatan

Cape Point dianggap sebagai pertemuan antara arus panas Agulhas Samudra Hindia dan arus dingin Bungela Samudra Atlantik. Untuk mencapai Cape Point dari Cape Town dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit melalui pantai-pantai indah dan dermaga-dermaga kapal kecil. Selain itu juga banyak terdapat lokasi maupun sarana yang sangat baik untuk memancing seperti di Kalk Bay, Houtbay, Simons Town dan Fish Hoek.

Cape Point buka setiap hari
Oktober - Maret 06.00- 18.00
April - September 07.00-17.00
Harga tiket (Valid dari 01 November 2008 - 31 October 2009) untuk memasuki lokasi tersebut adalah sebagai berikut:

TICKET
/PERSON
Dewasa
R.60.00
Anak - anak 2th - 16th
Discount
Anak - anak dibawah 2th bebas biaya

Untuk dapat melihat Cape Point dari atas puncak bukit dimana terdapat mercusuar kita dapat mengunakan Funicular atau kereta listrik dengan harga sebagai berikut:
Dewasa
R.40.00/return
R.30.00/one way


Robben Island


Pulau Robben (Robben Island) terletak di Samudera Atlantik kurang lebih 15 km dari kota Cape Town. Pulau ini dahulunya merupakan satu daratan dengan daerah Bloubergstrand, yang akhirnya terpisah akibat penomena alam yang terjadi pada jutaan tahun yang lalu. Pulau ini mempunyai luas wilayah 574 ha. Di sana banyak terdapat anjing laut sehingga orang-orang Belanda menamakannya Robben Island yang berarti pulau anjing laut.
Pulau ini menjadi terkenal karena merupakan tempat penahanan para pejuang Afrika Selatan yang melawan pemerintahan regim Apartheid pada waktu itu. Bekas Presiden Nelson Mandela pernah mendekam di sana dari tahun 1964 sampai dengan 1974. Sejak tahun 1660-an Belanda telah menggunakan Robben Island untuk menahan para pejuang politik yang berasal dari Asia terutama Indonesia. Orang Cayen dari Sumatra merupakan orang Asia pertama yang ditahan di sana pada tahun 1667.
Pangeran Cakradiningrat IV dari Madura juga ditahan di pulau ini selama 12 tahun hingga akhir hayatnya. Penghuni pertama dari Afrika Selatan adalah Autshumato (Harry) kepala suku bangsa Khoikhoi yang ditahan oleh Jan Van Riebeeck pada tahun 1658, tetapi setahun kemudian bersama kawan-kawannya berhasil melarikan diri dan lolos dari pulau tersebut. Robben Island banyak menarik perhatian wisatawan asing maupun lokal karena nilai sejarahnya yang cukup tinggi.
Robben Island hanya dapat dijangkau dengan menggunakan kapal baik ferry maupun kapal-kapal kecil lainnya. Perjalanan dengan kapal ke Robben Island kurang lebih memakan waktu selama 30 menit , dengan harga tiket:

Ticket
Price
Dewasa
R180.00
Anak - anak dibawah 18 th
R90.00
Harga tiket termasuk tour selma 3,5 jam melintasi Table Bay, mengunjungi penjara, berinteraksi dengan mantan tahanan politik dn 45 menit tour dengan bus.


Kebun Raya Kirstenbosch


Ditemukan pada tahun 1913, Kebun Raya Kirstenbosch terletak di bagian Timur kaki Table Mountain, dengan luas mencapai sekitar 528 hektar. Kirstenbosch merupakan salah satu kebun raya terbesar di dunia. Keindahan suasana dan alamnya menjadikan kebun ini sebagai tempat pariwisata yang memberikan kesan nostalgia tersendiri. Kirstenbosh juga sering dimanfaatkan sebagai tempat melakukan riset tumbuh-tumbuhan, mengingat cukup beragamnya flora dan fauna yang ada. Di sini terdapat tidak kurang dari 5 000 jenis pohon dan bunga. Di sepanjang jalan di dalam kebun dipasang papan-papan keterangan tentang pohon dan bunga yang ada di sekitarnya. Kirstenbosch juga dilengkapi dengan fasilitas konferensi, rumah makan dan toko buku.
Buka setiap hari
September –Maret : 08:00 - 19:00
April – Agustus : 08:00 - 18:00
Tiket masuk seharga:

Ticket
Price
Dewasa
R.32.00
Anak - anak 6 - 17 thn
R 10.00
Dibawah 6 ThGratis


Simonstown


Kota ini ditemukan oleh Simon van der Stel pada tahun 1697. VD Stel adalah bekas gubernur koloni Belanda di Afrika Selatan. Oleh VD Stel kota Simonstown pada mulanya dijadikan sebagai pusat kegiatan VOC selama musim dingin karena tempatnya yang tidak terlalu dingin pada musim itu. Oleh The Royal Navy, Simonstown diambil alih dan dijadikan sebagai basis militer satuan South Atlantic. Pada tahun 1957 kota itu diserahkan kepada angkatan laut Afrika Selatan.
Salah satu sudut yang menarik dari kota ini di samping nilai sejarahnya dan keindahan kotanya adalah, adanya kerajaan penguin di Foxy Beach & Boulders. Penguin ini dikenal dengan sebutan Jackass dan jumlahnya mencapai kurang lebih 2.900 ekor. Penguin-penguin itu dapat dilihat dari jarak yang sangat dekat. Tiket masuk seharga R.10 (sepuluh Rand).
Selain itu, di Simonstown juga dapat dilihat tempat pengasahan batu-batu mulia berikut toko tempat penjualannya, yaitu Scratch Patch. Selain itu, Sebagai kota pantai, Simonstown pun memiliki Waterfront walaupun tidak semegah Waterfront yang terdapat di Cape Town.

Vineyard


Di daerah Stellenbosch terdapat perkebunan anggur tertua di Afrika Selatan yang ditemukan pada tahun 1679. Di sini terdapat kurang lebih 17 kebun anggur dengan luas lahan 100.000 ha. Untuk setiap hektar dihasilkan sekitar 8 sampai 12 ton anggur setiap musim. Selain itu juga terdapat pabrik-pabrik anggur yang produknya diekspor ke berbagai negara di Amerika, Eropa dan Afrika.


The Victoria & Alfred Waterfront
Foto by inspirasi


Pada tahun 1860 Pangeran Alfred, putra mahkota kedua Ratu Victoria dari Kerajaan Inggris memulai pembangunan pelabuhan di Cape Town yang selesai pada tahun 1870. Dermaga ini diberi nama Alfred Basin. Pada tahun 1905 selesai pula dibangun dermaga kedua yang diberi nama Victoria Basin. Bangunan pelabuhan kuno ini sekarang dikembangkan menjadi objek wisata dengan dilengkapi pusat perbelanjaan dan sarana hiburan yang lebih dikenal dengan nama Waterfront. Di sini terdapat 240 toko, 42 restoran, 8 pub, 7 hotel dan 18 cinema. Di Waterfront juga dapat ditemukan Two Oceans Aquarium yang menghadirkan berbagai macam ikan dan dunia dalam laut.
Buka setiap hari : 09.30 – 18.00
Harga tiket masuk aquarium adalah:

Ticket
Price
Dewasa
R.82.00
Anak - anak 14 - 17th
R.65.00
Anak - anak 4 -13 ThR. 38.00
Anak - anak dibawah 4 thGratis


Ratanga Junction dan Canal Walk


Ratanga Junction merupakan sebuah tempat hiburan yang identik dengan “Disneyland” di Amerika Serikat atau Dunia Fantasi Ancol di Indonesia
Tepat berdampingan dengan Ratanga Junction adalah Canal Walk Century City, Sebuah pusat perbelanjaan yang juga menyediakan berbagai macam permainan dan hiburan. Canal Walk memiliki ratusan toko yang menjual berbagai jenis produk barang dan menjanjikan kepuasan yang tersendiri bagi mereka yang mempunyai hobby berbelanja. Pada awal pembukaanya, pihak pengelola mempromosikan bahwa Canal Walk merupakan pusat perbelanjaan terbesar yang terdapat di belahan bumi bagian Selatan. Keberadaan Canal Walk sebagai salah satu tujuan wisata ditunjang dengan keindahan tata letak dan diperkaya dengan unsur keelokan bangunan klasiknya yang mengambil model istana kerajaan Yunani zaman kuno. Dari jalan raya N1, bangunan-bangunan klasik yang berderet itu terlihat seolah Canal Walk memang merupakan rentetan istana megah peninggalan bersejarah abad terdahulu. Canal Walk juga dikelilingi oleh sungai artificial yang indah dan biru dihiasi oleh pohon-pohon yang rindang di sekelilingnya. Di sungai ini pengunjung dapat berekreasi dengan bermain sepeda air.

Buka :  28 November 2008 – 18 Januari 2009 :  10.00 – 17.00

Tiket Masuk

Adventurer RiderR120 (tinggi badan lbh dari 1.3m)
Mini Adventurer RiderR 60 (tinggi badan di bawah 1.3m)
Fun Pass (Non Rider)R 35(termasuk tiket masuk, keliling taman dengan perahu atau kereta api dan akses ke seluruh live entertainment)


Grand West Casino


Seperti halnya Canal Walk, Grand West Casino juga memiliki bentuk bangunan yang megah. Casino ini merupakan yang terbesar di Propinsi Western Cape dari tiga casino yang ada. Di samping casino, Grand West juga memiliki berbagai macam hiburan baik untuk anak-anak maupun dewasa. Restoran dan cinema juga tersedia. Ada sudut yang menarik di lokasi ini, yaitu apa yang mereka sebut sebagai District Six, yaitu berupa perkampungan artificial dimana disajikan gambaran perkampungan tradisional dari berbagai masyarakat dunia seperti Cina, Arab, Cape Malay dan lainnya.

INFO LAIN

Universitas
Di bidang pendidikan tinggi, Cape Town memiliki 3 (tiga) universitas terkemuka, yaitu :
  • The University of Cape Town yang didirikan pada tahun 1829 (universitas ini dulunya bernama South African College dan berubah nama menjadi UCT pada tahun 1918). Universitas ini terletak tidak jauh dari kota Cape Town. Website:www.uct.ac.za;
  • The University of Stellenbosch, didirikan pada tahun 1918, terletak kurang lebih 40 km dari kota. Website: www.sun.ac.za;
  • The University of Western Cape, didirikan pada tahun 1960, terletak kurang lebih 20 km dari kota. Website: www.uwc.ac.za.
Transportasi Umum

Di Propinsi Western Cape, terdapat 3 (tiga) sarana transportasi umum, yaitu taksi jenis sedan dan taksi jenis minibus, kereta listrik dan bus kota. Taksi minibus mempunyai kapasitas 14 penumpang. Warna kendaraan beragam tergantung asosiasi yang menanganinya. Namun sebagian besar berwarna putih. Terminal angkutan umum ini terletak di tengah kota dan berdampingan dengan stasiun kereta listrik. Angkutan umum ini melayani penumpang ke daerah-daerah tujuan wisata dan daerah lainnya di sekitar Cape Town.

Sarana transportasi lainnya adalah kereta listrik. Stasiun kereta listrik ini terdapat di tengah kota di sudut persimpangan jalan antara Jalan Strand dan Jalan Adderly. Jadwal keberangkatan (timetable) kereta listrik berikut jurusannya dapat diperoleh di stasiun kereta listrik tersebut. Beberapa tempat wisata penting dapat pula dijangkau dengan kereta listrik seperti Stellenbosch dan Simonstown. Seluruh kereta listrik memiliki dua jenis gerbong, yaitu gerbong kelas satu dan gerbong kelas tiga. Harga tiket beragam tergantung tempat tujuan. Pada jam-jam tertentu sepeti jam berangkat kerja dan pulang kerja, kereta menjadi sangat padat. Demi keamanan disarankan bila bepergian sendiri untuk menghindari memakai jasa kereta lsitrik terutama untuk jarak jauh.

Di samping kedua jenis transportasi di atas, terdapat transportasi umum jenis bus kota. Jenis angkutan umum ini dari sisi keamanan lebih baik jika dibandingkan dengan taksi minibus dan kereta listrik. Sebagai informasi waktu operasi bagi kereta listrik dan bus kota adalah pagi hari – pukul 17.00 sore, sedangkan untuk taksi minibus hingga pukul 21.00 – 22.00. 

Pencairan uang Value Added Tax (VAT)

Setiap barang yang dijual di pasar Afrika Selatan dikenakan pajak sebesar 14% yang sudah termasuk dalam harga barang tersebut. Pajak ini lebih dikenal dengan sebutan VAT (Value Added Tax) dan selalu tercantum dalam tanda bukti pembelian atau Tax Invoice. Bukti Tax Invoice ini harus disimpan karena akan berguna untuk pencairan uang VAT. Yang dapat mencairkan uang VAT adalah mereka yang memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti:
  1. Non-residen di Afrika Selatan ;
  2. Pemegang paspor asing ;
  3. Tidak memiliki Permanent Resident ;
  4. Berumur lebih dari 7 tahun ;
  5. Pemegang visa kunjungan.
Untuk dapat dicairkan, di dalam tanda bukti pembelian itu harus tercantum hal-hal sebagai berikut :
  • Kata-kata Tax Invoice ;
  • Nomor Tax Invoice ;
  • Nomor Terdaftar penjual barang ;
  • Tanggal pengeluaran Tax Invoice ;
  • Nama dan alamat penjual barang ;
  • Harga barang ;
  • Keterangan lengkap tentang barang ;
  • Pernyataan bahwa VAT sudah termasuk dalam harga barang ;
  • Apabila harga barang melampui R 500.00, harus dicantumkan nama dan alamat pembeli, dan perincian barang.
Di Cape Town, pencairan uang VAT dapat dilakukan di kantor Vat Refund Office yang ada di Airport atau di Waterfront. Jangan lupa untuk membawa paspor. Bagi mereka yang akan berangkat dari Airport Johannesburg, Durban atau Cape Town, barang-barang belanja beserta Tax Invoice harus ditunjukkan kepada petugas di kantor VAT Refund untuk diinspeksi. Inspeksi ini dilakukan terhadap seluruh barang belanja, baik yang dalam jumlah besar maupun kecil, baik yang dapat ditenteng maupun yang harus dimasukkan kedalam bagasi. Batas minimal harga barang yang dapat diambil tax-nya adalah R 250.00
Di Airport atau pelabuhan tersebut di bawah ini, inspeksi dilakukan oleh petugas Bea Cukai terkait karena di sana tidak ada kantor Vat Refund.

Airport in South Africa
Lanseria, Bloemfontein, Gateway, Nelspruit, Mmabatho, Port Elizabeth, Upington.

Pelabuhan in South Africa
Cape Town, Port Elizabeth, Durban, East London, Richards Bay, Mossel Bay dan Saldanha.


                                                                                   
                                                         port capetown (foto by inspirasi)


capetown stadium (foto by inspirasi )

  • Share
  • [i]

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...